Maaf, Ma..
Bisa kurasakan bulir bening berjalan lurus menuruni pipi tirus yang tak lagi terlihat cantik seperti masa mudanya, bagian wajah yang tak lagi terawat dan terurus. .kisut kian mengeriput
Bisa kurasakan sesak nafas yang ditahan diantara rongga dadanya
Nafasnya.. suaranya..
menyembunyikan sakit, menyembunyikan lelah yang selalu digendongnya
Aku merasakannya, karena aku sedang mengalaminya
Dia bercerita, cerita sederhana yang indah,
Dia mengucapkan do'a, harapan sederhana yang hanya ingin ada senyum diujung cerita
Aku tidak memikul beban berat seperti yang selalu dirasakannya, aku juga tidak menahan rasa sakit seperti yang selalu disembunyikannya dibelakang senyum sederhana namun memiliki banyak warna,
namun begitu suara lembah itu memasuki ruang telinga.. mata ini mengeluarkan benda cair tanpa aku perintah, benda cair yang sama sekali tak ingin aku menyebutnya sebagai air mata.. Menetas dalam diam suara anginpun tak kudengar
Kutekan leherku, kubuat suara lucu, suara bodoh yang kuharap bisa menyamarkan serak yang keluar dari dalam tenggorokkanku, serak tangis yang aku tak ingin dia mendengarnya
Semua rasa yang dirasakannya seperti sedang menari disekitarku
mereka dikepalaku, dipundak kanan dan kiriku, didepan juga dibelakangku..
Memegangi tanganku, mengikat kakiku..
Ibu... aku merasakanmu,
Merasakan perihmu,.
kesendirianmu,..
lelahmu..rasa takutmu..
Juga kerinduanmu..
Maafkan aku...
Bisa kurasakan sesak nafas yang ditahan diantara rongga dadanya
Nafasnya.. suaranya..
menyembunyikan sakit, menyembunyikan lelah yang selalu digendongnya
Aku merasakannya, karena aku sedang mengalaminya
Dia bercerita, cerita sederhana yang indah,
Dia mengucapkan do'a, harapan sederhana yang hanya ingin ada senyum diujung cerita
namun begitu suara lembah itu memasuki ruang telinga.. mata ini mengeluarkan benda cair tanpa aku perintah, benda cair yang sama sekali tak ingin aku menyebutnya sebagai air mata.. Menetas dalam diam suara anginpun tak kudengar
Kutekan leherku, kubuat suara lucu, suara bodoh yang kuharap bisa menyamarkan serak yang keluar dari dalam tenggorokkanku, serak tangis yang aku tak ingin dia mendengarnya
Semua rasa yang dirasakannya seperti sedang menari disekitarku
mereka dikepalaku, dipundak kanan dan kiriku, didepan juga dibelakangku..
Memegangi tanganku, mengikat kakiku..
Ibu... aku merasakanmu,
Merasakan perihmu,.
kesendirianmu,..
lelahmu..rasa takutmu..
Juga kerinduanmu..
Maafkan aku...
Komentar
Posting Komentar